life is a choice, take the best and ready for the risk. Hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik dan siaplah dengan resikonya :)

Monday, October 14, 2013

8. THANK YOU



8. THANK YOU
nikmah nurbaity
just wanna say thank you
for every understanding that you give
in my difficult time
when even I myself hardly manage my own feeling
 just wanna say thank you
for every patience that you always offer
in my "not easy time"
when I need someone to lean on and share

just wanna say thank you
for so many sweet moment that we spend
in this long journey till our end
when laugh and tears are the witness
 just wanna say thank you
for your great soul, as wide as ocean
to accept me just the way I am
with all the weaknesses I can confess
just wanna say thank you..
for your always open arms
which always welcome
when life makes me cold and I need warmth

nikmah nurbaity, purworejo, the end of the year

HARI INI KULIHAT CINTA



. HARI INI KULIHAT CINTA

hari ini kulihat cinta
ketika seorang ayah membonceng anak gadisnya dengan sepeda
dan anak gadisnya berseragam abu abu tertawa
bahagia
setiap kayuh adalah bahasa rasa

hari ini kulihat cinta
ketika seorang lelaki memanggul anyaman bambu
yang menutup hampir seluruh wajahnya
dan ribuan langkah gegas menuju pembeli adalah bukti

hari ini kulihat cinta
ketika gadis kecil berambut panjang menyerahkan selembar ribuan
ke tangan yang menengadah..
dan tulusnya adalah nyata

hari ini kulihat cinta
ketika seorang wanita tersenyum
membaca pesan di ponselnya
karena bahkan setiap huruf sangat berarti baginya :)


Purworejo, Juli 2010


. KE SEKOLAH KEMBALI



. KE SEKOLAH KEMBALI


berikan mereka harapan dan mimpi...
karena mereka akan tumbuh dari seberapa tinggi harapan dan mimpi mimpi..
dari seberapa besar ekspektasi untuk dicapai , digapai...
dari seberapa mulia harga diri untuk dimaknai
dari seberapa bermakna diri bagi orang lain untuk berbagi....

ke sekolah kembali
berikan mereka ruang untuk berimajinasi...
karena mereka akan tumbuh dari seberapa berani mereka berimajinasi
dari seberapa hebat mereka berprestasi
dari seberapa kuat mereka berkompetisi dan berkolaborasi......

ke sekolah kembali...
berikan mereka ruang untuk berekspresi
karena mereka tumbuh dari kata kata dan puisi
dari ekspresi tak terkebiri
dari perbedaan yang saling menghargai....
dari persamaan persamaan yang menguatkan...

ke sekolah kembali.....
beri mereka pengetahuan dan cinta..
karena mereka tumbuh dari pikir dan rasa......
dari rumitnya angka dan indahnya sastra...
dari logika dan hati..............
beri mereka segala..
karena mereka akan menjadi luar biasa............

purworejo 20 Juli 2010

HANYA SATU KATA



3. HANYA SATU KATA

Ada hening gelora hancurkan batas
Karena pasung tak berarti apa apa
Bagi jiwa yang merdeka

Ikat kaki dan tanganku
Dengan segala talimu
Tapi belenggumu takkan
Penjarakan leluasaku

Biar diamku binger
Teriakku tenang
Sunyiku lantang
Semuaku hanya untuk satu kata :
kesejatian


Purworejo 27 Februari 2009

YANG KUINGIN



2. YANG KUINGIN


Tak seharusnya kujelang
Bentang jalan tiada ujung
Kalau yang kucari hanya entah

Tak seharusnya kudaki terjal
julang meninggi
Kalau yang kudapat hanya entah

Tak seharusnya kukaji
 buram gelap yang tiada cahaya
Kalau yang kulihat hanya entah

Tak seharusnya kudengar
Hingar janji,puji dan caci
Kalau yang kuharap hanya entah

Tak seharusnya
kukejar
Bayang samara menjauh melingkar
Kalau yang kudekap hanya entah


Tapi
Aku menjelang, mendaki, mengkaji,mendengar,mengejar………….
Karena yang kuingin hanyalah……….cintaMu




Purworejo, 12 Februari 2010

NGUPING



NGUPING
nikmah nurbaity
Bepergian naik angkutan umum bagi saya mempunyai keasyikan tersendiri. Sewaktu menyelesaikan kuliah di pasca sarjana, saya harus naik bis umum dari kota saya Purworejo ke Jogjakarta, kurang lebih dua jam, berarti pulang pergi 4 jam dan saya lakukan 3 kali seminggu. Sekarang melanjutkan ke studi doctoral, saya juga memilih naik bis dari Purworejo ke Salatiga yang juga butuh waktu dua jam dari rumah. Mengisi seminar yang agak jauh dari rumah dan tempatnya mudah dijangkau dengan kendaraan umum, saya juga memilih naik bis atau kereta api. Mengapa? Karena selain lebih praktis dan ekonomis, ternyata mengasyikkan sekali. Ada keuntungan yang tak tergantikan dan menggelikan yaitu nguping obrolan penumpang.
Sebenarnya hobi nguping ini bermula tanpa sengaja. Artinya awalnya saya tidak sengaja dan berniat saya mau naik bis umum karena mau nguping obrolan penumpang, tidak sama sekali. Berkali kali naik bis kemudian menjadikan nguping ini menjadi bagian dari perjalanan yang saya nikmati hehe. Sambil menutup mata berusaha tidur walaupun sering tidak bisa benar benar tertidur karena  bis sering berhenti atau berguncang guncang karena jalan yang tidak rata, antara sadar dan tidak sadar karena mengantuk, telinga saya lama kelamaan terbiasa mendengar obrolan penumpang yang kadang bahkan sering membuat saya harus menahan tawa atau tersenyum simpul. Kebiasaan ini tanpa sengaja menjadi kebiasaan, begitu naik bis , ambil posisi, menutup mata dan nguping.
Suatu hari bis amat penuh, penumpang berdesak desakan, saya naik dari terminal sehingga sudah mendapat tempat duduk. Di antara penumpang yang berdesak desakan tadi ada cewek yang manis. Dia kelihatan berbeda dari penumpang yang lain, mungkin mahasiswa perguruan tinggi. Diantara mereka ada juga cowok yang juga agak manis (saya tahu mereka manis karena walaupun mata tertutup, saya kadang melirik juga sebentar) yang berdiri dekat cewek yang manis tadi. Mungkin karena tidak tahan atau karena tertarik , si cowok bertanya nama dan mengajak berkenalan. Si cewek agak malas tapi tetap santun juga menjawab pertanyaan si cowok. Lalu si cowok bertanya “mbak boleh minta no hapenya?” si cewek menjawab jual mahal ”Nggak ah, nggak punya” katanya. Si cowok menambahkan “ tapi kalau hp punya kan?”. Hahaha saya tertawa, aduh mas.. mas, rayuanmu kok lucu.
Disuatu perjalan lainya ada sepasang wanita dan lelaki muda yang nampaknya keren, dari baju yang dipakai dan cara bicaranya kelihatan mereka dari keluarga kaya. Terdengar percakapan si lelaki ketika menerima telpon ”aduh Ma, tempatnya di desa sekali. Mana jauh dari kota. Kami harus tinggal di rumah penduduk untuk sementara. Tau nggak Ma di kasurnya itu banyak binatangnya. Badanku bentol bentol semua. Aduh Ma tak terbayangkan deh. Kata tetangga binatang itu namanya dalam bahasa Jawa “tinggi” kaya kutu tapi bulat, coklat dan hitam. Wah seumur umur kita nggak pernah lihat binatang itu Ma.  Besok tak bawakan ya Ma kalau aku pulang”. Hahaha.. perut saya sampai sakit menahan tawa mendengar obrolan lelaki tadi dengan mamanya lewat telpon yang terdengar sangat jelas di telinga. Saya tidak sengaja mendengarkan lho.
Masih naik bis umum disuatu waktu ke kampus, saya melakukan kegiatan rutin di perjalanan, ambil tempat duduk di pinggir dekat jendela, menutup mata dan ..nguping. di bis pengamen bergantian datang dan pergi menyanyikan lagu lagu yang kadang merdu kadang mengerikan, maksud saya sebaiknya pengamen itu tidak usah menyanyi saja. Nah hari itu ketika saya dalam posisi paling nyaman itu, saya dengar seorang pengamen bilang ”Bu, bu tidur kok di dalam bis, apa nggak punya rumah!” Ha? Saya ingin sekali membuka mata dan menjawab kata katanya untuk kalrifikasi bahwa saya menghemat tenaga selama dua jam dengan tidur atau minimal pura pura tidur di bis supaya tidak banyak basi basi dengan penumpang di sebelah dan sampai kampus sudah fresh lagi untuk kuliah. Tapi saya memilih diam , menahan senyum dan nguping. Terdengar pengamen tadi masih marah marah, “Kalau ada orang ngamen kok pura pura tidur ibu yang satu ini”
Obrolan di bis sesama penumpang juga bervariasi, dari politik, karier, rumah tangga sampai masalah cinta. Kadang hujatan politik juga menjadi pembicaraan yang menggelikan karena disampaikan oleh penumpang yang gayanya seperti diskusi panel di TV. Pernah obrolan tentang Miyabi membuat saya harus melirik siapa yang berbicara. Ternyata bapak bapak setengah baya, wah parah. Paling ramai ketika penumpang menjadi analis kebijakan publik, dari harga cabai yang melangit sampai biaya pendidikan yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin. Obrolan itu bisa merupakan protret nyata dari grass root. Fakta dan informasi yang tidak pernah ditutupi atau direkayasa demi kepentingan apapun. Nampaknya para pejabat harus meluangkan waktu, menyamar sebagai rakyat biasa dan naik bis untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang sesungguhnya.
Rahasia keluarga merupakan obrolan  secara bisik bisik penunpang ibu ibu. Tentang suami yang tidurnya mendengkur sampai anak yang nakal.  Saya senyum senyum sambil kadang berpikir wah ibu ibu ini kaya host infotainment saja. Ada juga yang ngobrol lewat telepon di bis kelewat keras, saya tidak tahu sengaja untuk pamer atau tidak terbiasa bertelepon. Jadinya informasi jadi sangat jelas bagi kuping saya.
Nah ada juga yang nampaknya mau merahasiakan percapakannya, seorang   wanita muda yang nampaknya educated menggunakan bahasa Inggris. “Well honey, please don’t be angry. I can’t meet u today but I promise we will meet next week. wah..bu kalau pakai bahasa Inggris sudah banyak yang bisa walaupun di kota kecil, pakai bahasa Jepang atau Mandarin saja Bu pasti aman, batin saya tertawa. . .