life is a choice, take the best and ready for the risk. Hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik dan siaplah dengan resikonya :)

Tuesday, October 14, 2014

Fokus pada Presentasi



Sering presentasi?        Atau  rencana akan presentasi atau sering mendengarkan presentasi? Atau bahkan saat ini sedang mendengarkan presentasi seperti saya saat ini? Kok tanya terus mau bahas apa ini? 

Hehe begini... sering sekali presenter atau penyaji atau pembicara kehilangan inti materi yang akan disampaikan. Pembicara menyampaikan sesuatu kemudian memberi tambahan informasi lain,  kemudian membahas tambahan lain untuk tambahan informasi tadi dan menambahkan informasi lainnya lagi yang masih ada hubungannya dengan informasi terakhir. Nah akhirnya he loses the core dia kehilangan inti materi karena tanpa disadari berjalan terlalu jauh. 

Jadi ingat ketika mengajar deskripsi ada seorang siswa yang senyum senyum sendiri setelah membacakan tulisannya di depan kelas. Dia mendeskripsikan rumahnya . Judulnya My house. Kemudian dia mencerikan rumah, kamar, ruangan, halaman dll. Nah ketika menceritakan tentang halaman yang merupakan bagian dari rumahnya itu,  dia asyik sekali menceritakan tentang pohon rambutan di halaman rumahnya. Dia menceritakan kapan menanam pohon itu, bagaimana merawatnya, kapan berbuahnya, bagaimana menjual panen rambutannya,  dimana menjualnya berapa untungnya,  bagaimana dibanding buah lain di pasar... nahh dia belok ke membahas pasar. Tadi judunya deskripsi My house. 

Kembali ke penyaji atau pembicara atau  guru di kelas, seberapa sering kita berbelok sangat jauh saat menyampaikan materi? Apa inti materi yang akan kita sampaikan? Bagaimana selalu stay on tune saat menyajikan materi? (Hehe ini sambil mendengar presentasi saya nulisnya). Apakah harus berbicara persis dan selalu sama dengan slide saat menyampaikan materi dan tdk boleh diberi bumbu apapun seperti joke atau tambahan informasi yang mendukung? 

Let's discuss then. First : bukalah presentasi dengan sesuatu yang menarik perhatian seperti Joke, quotes, proverb, gambar, dll. Audience akan tertarik dan tanpa diminta langsung memperhatikan presentasi kita. Ada joke katanya orang kita kalau presentasi diawali permintaan maaf : saya mohon maaf karena seharusnya yang berbicara di sini bapak kepala tapi karena beliau ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan maka saya menggantikan beliau. Jadi nanti kalau saya tidak begitu siap saya mohon maaf . Yang lain mungkin : saya baru mendapat tugas presentasi ini kemarin, padahal saya sibuk sekali, jadi mohon maaf kalau nanti tidak begitu maksimal. Nah lo. . . 

Yang ke dua buat mind map atau garis besar untuk inti materi. Berpeganglah pada garis besar ini setiap saat. Kalau ada godaan untuk bercerita hal hal lain lihatlah kembali ke garis besar. Terlalu banyak informasi lain yang sudah tdk ada hubungannya dengan materi akan membuat presentasi kehilangan intinya . Bagi peserta yang pembelajar sejati mungkin akan bosan, karena tidak mendapatkan apapun. Bagi peserta lain mungkin menyenangkan tetapi tetap tidak mendapatkan inti materi. 

Bagaimana dengan tambahan informasi atau selingan atau joke supaya presentasi tidak membosankan. Indeed it is very important. Sangat penting , but don't dominate the presentation with joke or unimporatnt information and we lose the core. Berikan joke cerdas yang mencengangkan dan menggelitik. Silakan mencoba. 

Wahh sudah diperingatkan pembicara tidak boleh main hp. Sudah dulu besok lagi padahal idenya belum selesai , saya juga masih belajar bagaimana menjadi penyaji materi yang baik :)

No comments:

Post a Comment