life is a choice, take the best and ready for the risk. Hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik dan siaplah dengan resikonya :)

Monday, May 4, 2020


TIME FLIES

It has been more than 2 years I have not written something in this blog :) how come? usually to make myself not feel guilty I will say: I am too busy. This is only an excuse somehow. The more excuses I can find, the better feeling I can have :) but the result is the same: I write nothing

Many times I realize that time flies, I feel I have not done anything great and suddenly weeks pass, months do, a new year comes. Then I just looked back and regretted: why didn't I do this one or that one or another one last month or yesterday? why did I let the days disappear and new day come again and again and I just sink in routine? 

I should have spent the time wisely :) I say this magic word many times :). I should have made some clear targets and be strict to myself. The wise man says that if we want to get success, we must have a big dream and real action to make the dream come true. Dream without action is only delusion.

Routine sometimes takes all my time I think. I have to take time to make my target accomplished. maybe I must start from the small thing. I must look back for a while, I could do some great things in the past; being the winners in some national competitions, visiting some countries, writing some action research. Now..come on do something :) 

well, maybe I am too pessimistic.  Aha... I remember I got a chance to visit Melbourne for 3 weeks short course at Monash University in 2019. It was great, I will tell you in my next post :)

all right, I have many ideas of what I will post in my blog then. 
Yes, Time Flies so fast, and I will make it meaningful :)

4 April 2020




 

Monday, January 1, 2018


Januari rasanya menguap begitu cepat, Februari menyusul, Maret April Mei Juni sudah semester 1. Sibuk dengan pekerjaan rutin, waktu bahis untuk mengerjakan pekerjaan yang menyita waktu. Semester 2 mulai bulan Juli. Agustus kegiatan sekolah padat. September ulang tahun sekolah. Oktober, November dan Desember datang begitu cepat. lalu tiba tiba kita dihadapkan tahun baru 2018
Aku termangu
untuk waktu yang setahun itu ahh berapa banyak yang sudah aku buat? aku tulis? aku hasilkan?
tahun 2016 mungkin ada beberapa hal besar yang kulakukan
menyelesaikan kuliah S 3, wisuda S 3. Ke Malaysia, menulis di jakarta tiap bulan, menulis ke Lombok
Dan tahun 2017 let me try to recall

Banyak yang sudah kulalukan mungkin bukan hal yang sangat besar, tetapi beberapa sangat berarti bagiku keluarga
Zainun menikah tahun 2017. tepatnya 20 Mei 2017. he is such a charming young man. dia menikahi Tiara , Kristiara Rinanti gadis cantik teman sewaktu mengikuti program pertukaran pemuda di Canada. mereka menikah di Tanjung Karang Lampung.

It is such  a great moment , witnessing my son married his girl, and accepting new member of the family. having bigger family as I have  zainun parents in law now. I am happy to see Zainun Happiness.

The other thing is Syifa joined the student exchange Program in Denmark. it was great moment to see her going so far away from home, learning many new things and meeting many new people. she did learnt a lot .

and the other greatest thing is having hasna in her 1 and 10 months age in December, her cute face is really adorable. she is smart and talkative. she tells so many things, asks so many questions and sings more than 10 songs . love her more and more

and my routine activity was like writing in jakarta more than 10 times this year, teaching in Solo and Surabaya for elementary school principals

thanks God, You granted me so many things , you grant me lavish grace, lavish bless that I can not write. thank you for giving all the bless for me n family
wish to get success, happiness, and bless from You God


Happy New Year

Happy new year 
nikmah

For a year you have been walking in your journey
just like you wrote a book, page by page
some parts were so sweet
some were bitter
some were colourful, some were grey or black and white
Many people did "come and go" in your journey
some smiled and just said hello
some decided to sit and talk a lot about anything in beautiful evenings
and one or two chose to stay by your side
some taught you loving and caring
some taught u patience and understanding
some made you stronger and wiser
some made you mature and better
For a year u have been through
you learnt which is fake and which is true
you learnt whom to doubt and whom to trust
you learnt whom to let go and whom to stay with
for a year u have learnt and now u decide
what way you will take
what step you will make
what dream you will pursue
what thing you wanna make it true ,,

Friday, November 24, 2017

UNTUK SISWA TERCINTA

UNTUK SISWA SISWA  TERCINTA

Hari ini adalah hari guru, hari kami para guru
Tapi tak ingin kami menepuk dada
Dan berkata pekerjaan kami yang paling mulia
Karena hidup adalah saling membutuhkan antar sesama
Kalau kalian mengatakan  tanpa guru kami apa jadinya
Kami katakan  tanpa siswa kami tak kan punya makna

Hari ini adalah hari guru , harinya kami para guru
Kami hanya ingin katakan
Menjadi guru adalah pilihan
Pekerjaan yang bagi kami membahagiakan
Adalah kehormatan untuk memiliki kesempatan belajar bersama kalian
Mempersiapkan generasi ke depan

Hari ini hari guru, harinya kami para guru
Kami hanya ingin sampaiakan
Terimakasih telah  selalu memberi kami harapan,
memberi kami semangat untuk selalu menjadi yang terbaik,
tampil yang terbaik, mengajar yang terbaik, menjadi guru guru terbaik
untuk kalian siswa siswa terbaik

Terimakasih telah memberi kami kepercayaan
Untuk mengajari kalian tentang kehidupan
Bukan  hanya tentang pelajaran, bilangan, hafalan, teori dan fakta
Dalam wujud angka angka di rapot saja
Tapi tentang mana yang harusnya dilakukan, mana yang harus ditinggalkan
Tentang apa yang baik untuk diteruskan dan apa yang sebaiknya dihentikan
Tentang apa yang pantas diucapkan, dan apa yang tidak pantas disampaikan
Tentang apa yang elok disanjungkan dan yang tak elok diungkapkan

Hari ini hari guru, harinya kami para guru
Terimakasih selalu memberi kami kebanggan
Untuk membersamai tumbuh kembang kalian
Menyaksikan kalian mengejar prestasi, mimpi dan kesuksesan
Melihat kalian membangun kepribadian
Menyemai tiap saat kejujuran
Menanam tiap hari kebaikan demi kebaikan

Hari ini hari guru, harinya kami para guru
Ijinkan kami  sampaikan
Dari kalianlah kami belajar menjadi jiwa jiwa yang dewasa
Yang harus memahami dan mencoba mengerti tentang rasa
Dan kadang kami belum bisa melakukannya dengan sempurna
Barangkali ada yang terluka atau ada saja yang kalian tak suka
Tapi sungguh semua adalah karena tanggung jawab dan cinta

Hari ini hari guru, harinya kami para guru
Mari lakukan hal terbaik yang kita bisa
Tulis mimpi mimpi kalian  di dinding dinding batu
Biar  tak mampu waktu menghapusnya
Tulis cita cita kalian  tinggi di cakrawala
Biar tak bisa angin menderanya
Ukir  kegala kebaikan  di hati paling dalam
Biar tak bisa kebencian membinasakannya

Dan biarkan kami para guru mengantarkan kalian
Berjalan bersama kalian, menyaksikan senyum keberhasilan
Karena itu sesungguhnya  bagi kami adalah kebahagiaan

NIKMAH NURBAITY
SMA NEGERI 7 PURWOREJO





Thursday, October 12, 2017

HOW I AM WRITTEN BY A STUDENT :) THE WAY I TEACH



A CASE STUDY OF LANGUAGE TEACHING METHOD
 USED BY THE OUTSTANDING ENGLISH TEACHER
 OF SMA NEGERI 5 PURWOREJO IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014
nur samsiah

http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/scripta/article/view/1461

Abstract


The researcher wants to know what the language teaching method used by an English teacher of SMA Negeri 5 Purworejo who has a lot of achievements in her career as English teacher. She is Ms. Nikmah Nurbaity. Besides, the researcher wants to know whether there are unique things in English teaching learning process in her class. This research is a qualitative research. For observing the object of research, the researcher does it in 3 days (July, 20, 27, 31 2013). The place of this research is in SMA Negeri 5 Purworejo. The sampling technique of the research is uses the purposive and snowball sampling. The researcher interviews Ms. Nikmah and her students. The researcher uses the triangulation for data collecting (observation, interview, and documentation). The instrument in this research is human instrument that is the researcher herself. The researcher finds 8 language teaching methods used by Ms. Nikmah. They are The Grammar-Translation Method, Community Language Learning, Content-Based Learning, Multiple Intelligences, The Direct Method, Desuggestopedia, The Audio-Lingual Method, and The Silent Way. Besides, the researcher finds the unique things in teaching learning process in class of Ms. Nikmah. Such as, Ms. Nikmah does not use textbook to tell the narrative (story of Cinderella) and make it be up-to-date. For example, she changes the character in the story with her students. It makes the story more interesting.

Keywords: Language Teaching Method, the Outstanding English Teacher, the Unique Things
Full Text: XML

Saturday, October 7, 2017

GOT THE PRIZE FROM INTEL AS IT LITERATE PRINCIPAL

TEMPO InteraktifJakarta - Intel Indonesia memberikan penghargaan kepada 12 guru, kepala sekolah, dan pengawas dari sekolah negeri yang mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar.
Penghargaan tahunan dengan tema "Intel Education Awards" ini dilakukan oleh Intel Education Initiative dan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia, pada Senin, 15 Agustus 2011.
"Dua belas guru ini disaring dari 231 guru yang berasal dari 33 provinsi," kata Imelda Adhisaputra, Direktur Corporate Affairs Intel Indonesia di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2011.
Para guru itu melalui berbagai tahapan, termasuk wawancara dan prensentasi untuk memaparkan penerapan teknologi dalam metode belajar mengajar mereka.
Imelda mengatakan tahun ini adalah penganugrahan ketiga Intel Education Awards. Dari tahun ke tahun, ia mengatakan telah melihat banyak contoh luar biasa dari pendidik yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar mengajar.
Tahun ini misalnya, kata dia, ada guru dari Pulau Haruaku, Maluku, yang melakukan pemanfaatan teknologi meski dengan fasilitas terbatas, bahkan listrik disana pun tidak stabil.
Siti Zulaifah Sulaiman, Guru SMAN 3 Medan, pemenang Kategori Guru, mengatakan tidak ingin guru kalah bersaing dengan muridnya dalam pemanfaatan teknologi. "Kami selalu ditantang untuk selangkah lebih maju daripada murid. Teknologi membuat kami bisa memberikan lebih banyak untuk para murid," ujarnya.
Imelda mengatakan Intel Education Awards ini merupakan bagian dari Intel Teach Program yang menyediakan bimbingan teknologi bagi para pendidik untuk memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar dan program ini telah melatih 75 ribu tenaga pengajar sejak diluncurkan empat tahun lalu.
Sementara itu, daftar pemenang Intel Education Awards antara lain:
Kategori Guru:
1. Siti Zulfah Sulaiman (SMAN 3 Medan, Sumatera Utara)
2. Mustafa, SST.Par, M.Pd (SMKN 4 Makassar, Sulawesi Selatan)
3. Dra. Herfen Suryati (SMA YPUDP Bontang,
Kalimantan Timur)
4. H. Imron Rosidi, S.Pd., M.Pd (SMKN 2 Pasuruan
Jawa Timur)
5. Nur Azizah, S.Pd, M.Si (SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya, Sumatera Barat)
Kategori Kepala Sekolah dan Pengawas:
1. Drs. Tri Suharnowo, M.M (SMA YPHB Kota Bogor, Jawa Barat)
2. Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd (SMAN 5 Purworejo, Jawa Tengah)
3. Andi Candra, M.Pd (SMAN 1 Lebong Atas,
Bengkulu)
4. Drs. Ganda Santosa (Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan)
Kategori Pengajar Luar Biasa (PLB):
Solbi, S.Pd (SMALB Prof. Dr. Sri Soedewi,
Jambi)
Kategori Guru Berdedikasi:
Ali Tuasikal (SMAN 1 Pulau Haruku, Maluku)
Kategori Tutor Paket-C:
Raden Roro Vemmi Kesuma Dewi (PKBM Budaya
DKI Jakarta)

RATNANING ASIH

THE AWARD FROM THE PRESIDENT

https://www.jpnn.com/news/5-guru-dan-kepsek-berprestasi-terima-satyalencana5 Guru dan Kepsek Berprestasi Terima Satyalencana - JPNN.COM


JAKARTA--Sebanyak lima orang guru dan kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya mendapat anugerah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2011 dan HUT PGRI ke-66 di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (30/11).



Para guru dan kepala sekolah yang mendapat penghargaan tersebut, antara lain
Andul Hajar (guru SMAN 3 Makassar),
Herfen Suryati (guru YPVDP Bontang),
Imron Rosidi (guru SMKN 2 Pasuruan),
Mustafa (guru SMKN 4 Makassar) dan
Nikmah Nurbaity (Kepala Sekolah SMAN 5 Purworejo).

  
Acara yang dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur Jawa Barat, Ketua Umum PGRI dan 4500 orang guru ini mengusung tema Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk membangun karakter bangsa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menerangkan, di dalam peringatan Hari Guru tahun ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kesadaran dan komitmen guru terhafap budaya mutu di kalangan guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


"Kita harus meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat bagi semua anak bangsa. Hal ini untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat akan pentingnya keuddukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, komprehensif dan bermanfaat," jelas Nuh.


Selain itu, Mantan Rektor ITS ini menambahkan, selain diselenggarakan di tingkat nasional, peringatan Hari Guru Nasional juga digelar di tingkat propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah. Yakni, diisi dengan kegiatan forum ilmiah guru, seminar peningkatan profesionalisme guru.


ASIA EUROPEAN CLASSROOM PROJECT , WRITTEN IN KOMPAS


http://unisosdem.org/article_detail.php?aid=2882&coid=1&caid=52&gid=3


Konferensi Internasional Guru Asia Eropa III
Seretnya Kucuran Dana untuk Pertaruhan Citra Bangsa




KONFERENSI International Guru Asia-Eropa III (Third Asia-Europe Classroom International Teachers' Conference) di Bogor, 28 September-2 Oktober 2003, kembali memberi gambaran betapa tertinggalnya sistem pembelajaran di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain.

KETIKA UMUMNYA siswa negara-negara Asia -Eropa sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi sarana pembelajaran, situasi berkutat dengan lagu lama. Sisa Indonesia masih dijejali kurikulum dan metode pembelajaran yang menempatkan guru sebagai ?dewa? di depan kelas.< kelas. p>
Dalam konferensi itu, para guru yang berasal dari 12 negara Asia-Eropa begitu antusias menawarkan konsep pembelajaran melalui Internet. Mereka berjumlah 78 orang, masing- masing dari Indonesia, Korea, Jepang, Cina, Singapura, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Finlandia, Jerman, dan Portugal.
Di depan forum, mereka tampil berkelompok mengajukan konsep pengajaran interaktif. Polanya, siswa antarsekolah saling berkirim data. Artinya, siswa diarahkan aktif mencari dan membuat bahan melalui rekaman gambar video atau uraian teori yang berdasar pada lokalitas. Modalnya tentu saja penguasaan bahasa Inggris dan penguasaan teknologi informasi (Internet).

Setiap kelompok terdiri dari beberapa guru dari negara berbeda. Para kelompok berlomba meyakinkan Asia-Europe Foundation (ASEF) bahwa proposal mereka layak dijalankan dan kelak berhak ikut konferensi selanjutnya dengan biaya ASEF. Seperti biasanya, dalam setiap konferensi akan ada penilaian terhadap proyek yang telah berjalan. Kelompok terbaik dijanjikan mendapat hadiah 2.500 Dollar AS. Rencananya, konferensi keempat (tahun 2004) berlangsung di Jerman.

Pada konferensi di Bogor kali ini, dibahas dan dinilai sembilan proposal. Tim penilai yang dimotori Zainal Arif Mantaha (dari ASEF) memutuskan tujuh yang layak dijalankan. Dua di antaranya melibatkan guru dari Indonesia.

Yang satu berjudul Sciene Beyond The Classroom, sebuah metode pembelajaran sains yang berbasis pada lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Proposal ini melibatkan 11 guru dari tujuh negara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Brunei, Cina, Vietnam, Finlandia, dan Belanda. Guru dari Indonesia yang masuk dalam kelompok ini adalah Deny Suwarja, dari SLTP Negeri I Cibatu, Garut, Jawa Barat.

Proposal lain yang juga melibatkan guru dari Indonesia berjudul Student’s Magazine On-Line Journalistic for Kids. Di sini, guru-guru yang terlibat berasal dari Filipina, Swedia, dan Indonesia. Guru dari Indonesia adalah Yeni Artanti (Sekolah Madania, Parung, Bogor, Jawa Barat).
BAGI Yeni Artanti yang mengajar pada sekolah swasta kalangan elite, tentu saja tidak menemui hambatan berarti dalam menjalankan programnya. Maklum, Sekolah Madania yang dipimpin Prof Dr Komaruddin Hidayat punya lobi kuat ke lembaga-lembaga internasional. Ditambah lagi, orangtua siswanya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas.

Dan, yang tak kalah pentingnya, sistem pembelajaran di sekolah tersebut sudah menjadikan penguasaan bahasa Inggris dan penggunaan Internet sebagai "makanan" sehari-hari.
Namun sebaliknya bagi guru dari pelosok seperti Deny Suwarja yang bakal kelimpungan. Sebagai guru sekolah negeri dari daerah pelosok, dia kesulitan memperoleh dukungan biaya untuk menjalankan metode pembelajaran yang dipraktikkannya.

Buktinya, begitu konferensi usai, pria lulusan jurusan Biologi IKIP Bandung tersebut tidak langsung pulang kampung. Dia mencoba mendatangi Kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta. Maksud sebetulnya bukan cuma sekadar mencari bantuan dana yang diperkirakan minimal Rp 50 juta untuk pengadaan komputer, kamera, dan akses Internet. Lebih dari itu, dia ingin menyampaikan bahwa dirinya dipercaya sebagai salah satu koordinator untuk kolaborasi pembelajaran yang melibatkan tujuh negara. "Ini satu kebanggaan bagi Indonesia, sekaligus tamparan jika Indonesia gagal menjalankannya," ujar Deny.

Namun, tak satu pun pejabat Depdiknas yang berkenan menemui Deny. Maka, pulanglah guru tersebut ke Garut dengan tangan hampa. Jika dari pemerintah pusat saja tidak ada tanggapan positif, tentulah mustahil menggantungkan harapan pada pemerintah Kabupaten Garut. Pasalnya, sebelum berangkat ke Bogor untuk konferensi pun, Deny sudah kesulitan menemui pejabat setempat. Biaya untuk mengikuti konferensi dirogoh dari kantongnya yang pas-pasan, dengan dukungan dari sekolah yang disebutnya "lumayan untuk uang jajan".

Kini, dengan tetap segumpal semangat dan harapan, dia giat menyusun proposal untuk diajukan ke lembaga-lembaga donor pendidikan. "Siapa tahu ada yang terketuk hatinya untuk membantu, minimal membiayai pengadaan komputer senilai sepuluh juta rupiah," ujarnya.
Kalaupun nanti upaya mencari bantuan dana menemui jalan buntu, Deny bertekad tetap jalan. Dia sudah punya rencana memanfaatkan warung Internet di sekitar sekolah.

Namun, kalau itu sampai terjadi, maka citra guru Indonesia di mata internasional mengalami kemunduran. Untuk diketahui, pada Konferensi Guru Asia-Eropa kedua di Finlandia (2001), Nikmah Nurbaity-guru SMU Negeri 7 Purworejo, Jawa Tengah-berhasil meloloskan proposalnya dan telah direalisasikan dengan sukses.
Berkat dukungan dana memadai dari Pemerintah Kabupaten Purworejo, Nikmah mampu menjalankan metode pembelajaran Bahasa Inggris secara multikultural. Sebanyak 20 unit komputer digunakan oleh 20 siswa pilihannya untuk bertukar informasi dengan pelajar Swedia. Siswa binaan Nikmah memberikan informasi rekaman gambar dan teks tentang Ndolalak, tarian tradisional rakyat Purworejo. Sebaliknya, siswa dari Swedia binaan Ulla Dahlstrom dan Torbjorn Larsson mengirimkan gambar dan teks tentang Hambo, tarian tradisional rakyat Swedia.

Akankah citra bangsa dipertaruhkan dengan seretnya kucuran dana dari pemerintah dan lembaga donor? Moga-moga tidak. (Nasrullah Nara)




Friday, March 10, 2017

Tuesday, June 14, 2016

PERJALANAN . (ijinkan saya berbagi sedikit cuplikan kata pengantar dalam Disertasi saya )




Sungguh hanya karena limpahan karunia-Nya setelah melalui berbagai suka duka, hambatan dan semangat yang naik turun dan kemauan keras akhirnya saya bisa menyelesaiakan disertasi saya
Saya membutuhkan perjalanan panjang untuk menyelesai-kan disertasi ini, ijinkan saya menyampaikan kilas balik perjalanan itu.  Setelah menyelesaikan kuliah S 2 pada tahun 2008, ada  sesuatu yang hilang. Aktifitas membaca, menulis, dan menganalisa rasanya terhenti.Kerinduan bertemu dengan dosen-dosen dengan segala pendapat dan argumentasi tentang ilmu pengetahuan semakin besar. Kerinduan berdiskusi dengan teman-teman, berlari mengejar bis setelah jam sekolah supaya tidak tertinggal mata kuliah, pulang malam hari dan tertidur di bis selama kuliah S 2,  menghadirkan rasa kosong yang lengang. Kerinduan belajar lagi, berjuang, bertahan dan menyelesaikan studi menggebu saat itu.
Suatu hari saya mendapatkan tugas sebagai moderator seminar di sebuah acara di Semarang, saya menjadi moderator untuk Bapak Dr. Indrajati Sidi dalam seminar tersebut. Pada kesempatan itu beliau bertanya “Bahasa Inggris Ibu bagus, kuliah dimana?”. Saya menjawab bahwa saya baru saja selesai kuliah S2 dan rindu belajar lagi.Beliau menjawab, kalau ingin kuliah lagi saya  diminta membuka web Beasiswa Unggulan dan mempelajarinya. Pemerintah menyediakan beasiswa untuk insan-insan berprestasi melalui Beasiswa Unggulan dari Kementrian Pendidikan Nasional. Seminggu kemudian saya mendaftar di UKSW kampus tercinta ini setelah yakin sebagai pilihan terbaik, di Program Doktor Studi Pembangunan, dan dua bulan kemudian setelah melalui seleksi di Beasiswa Unggulan,  saya dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa unggulan untuk kuliah  di UKSW.
            Maka dimulailah saat-saat indah itu di Gedung E lantai 5 ruang 505. Diskusi-diskusi yang membuka wawasan, membuka pikiran, yang kadang membingungkan, bahkan memabukkan, tugas bertubi-tubi yang tak kunjung selesai, dosen-dosen yang luar biasa mengagumkan yang kadang saling beradu pendapat dan mahasiswa berusaha setengah mati untuk memahami, makalah yang tak terhitung jumlahnya, jurnal- jurnal internasional yang harus ditelaah adalah hal-hal yang menggairahkan. Waktu-waktu yang sangat indah dimulai. Berlarian mengejar bis, tidur dalam bis yang lamanya 3 jam setiap ke kampus, makan di kantin dengan mahasiswa-mahasiswa yang masih muda dan sering dikira dosen, dan berjam-jam di perpustakaan adalah gelora yang menggetarkan. Hingga ujian kualifikasi dan ujian proposal yang menegangkan dan mendebarkan terlampui.Tiga semester awal semua terlewati dengan lancar.
Masalah muncul saat selesai ujian proposal dan dinyatakan lulus, saya  tiba-tiba tergoda kegiatan lain pada bulan Februari tahun 2011. Tepat memasuki semester ke 4 sejak masuk kuliah, saya  tergoda untuk mengikuti seleksi kepala sekolah berprestasi dan memutuskan untuk mengikuti seleksi tersebut. Praktis waktu, perhatian dan energi terkuras dan terfokus pada seleksi tersebut, dan saya menghabiskan waktu hampir satu tahun untuk mulai lomba di tingkat kabupaten, menang di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan akhirnya mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional. Alhamdulillah hasilnya memuaskan dan  menjadi Juara I tingkat Nasional. 
Di sisi lain disertasi yang jadwalnya menulis bab II yang sangat membutuhkan waktu dan energi untuk membaca buku referensi dan mulai mengambil data ke lapangan nyaris tidak dikerjakan. Butuh waktu beberapa bulan untuk cooling down dari kerja keras selama mengikuti seleksi kepala sekolah.Tugas rutin di sekolah dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah juga sering sekali mengbiskan waktu dan energi yang tidak sedikit.Tidak mudah juga untuk berbelok dan tiba-tiba siap menghadap komputer dan menulis disertasi ketika seharian sudah lelah dengan pekerjaan rutin di sekolah.
Kesadaran bahwa saya berani memulai harus berani menyelesaikan kuliah mulai tumbuh. Awal tahun 2013 kembali pelan- pelan buku demi buku saya hadapi, notasi demi notasi mulai saya tulis.Jurnal demi jurnal menjadi teman setiap malam.Inipun membutuhkan waktu yang tidak sedikit.Membaca, memahami, mengutip, menguraikan menurut sudut pandang sendiri, benar-benar membutuhkan waktu dan energi karena sering sekali saat menguraikan harus bergumul dengan pikiran dan pendapat sendiri.Konsultasi demi konsultasi dari promotor dan co-promotor menjadikan penelitian disertasi mulai terarah.Pengambilan data yang sudah menghasilkan data mentah ternyata belum diapa-apakan. Awal bab IV baru saya mulai awal tahun 2014 dengan mulai mengambil data ke sekolah dengan lebih intensif. Data-data mentah dari lapangan membutuhkan ketelitian dan keseriusan yang tinggi. Maka jadilah malam-malam berikutnya menjadi malam-malam di depan komputer, dengan buku, jurnal, data, dan semangat. Namun ada kalanya berhenti beberapa hari dan kemudian dilanjutkan lagi.Bulan Juli 2014 mulailah bimbingan intensif dengan promotor dan co-promotor. Awal tahun 2015 draft disertasi sudah selesai dan masih membutuhkan waktu  konsultasi untuk lebih menyempurnakan disertasi.

Akhirnya disertasi dapat saya selesaikan pertengahan tahun 2015 dengan bantuan yang sangat berarti dari banyak pihak. Ucapan terimakasih tak terhingga untuk semua yang telah membantu, mendukung, memotivasi tiada henti. Promotor, Co Promotor, Dosen penguji, keluarga tercinta, sahabat, teman, siswa semuanya :) (Terimakasih yang sangat Khusus kepada Bapak Prof Agus Sartono dan Bapak Dr Abe Susanto dari BKLN atas Beasiswa Unggulan yang saya terima) . 
Sungguh sebuah perjalanan panjang , dan hanya dengan kekuatan dari Nya, semangat mencapai tujuan, dan kerja keras perjalanan itu sampai pada tujuan
Dan ini juga bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal pada perjalanan berikutnya :)  salam
Hadir di tulisan berikutnya :)

Friday, January 15, 2016

Tambah Umur

15 Januari 2016

Sejak malam ucapan selamat ulang tahun berdatangan. lewat sms, w a, facebook, dan pagi hari dari keluarga, dari Syifa dan suami tercinta. pelukan dan doa. teks dari afif, inun dan mbak ratih. Di kelas XI IPS 3 jam pertama ngajar selesai berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya siswa serentak menyanyikan lagu happy birthday. Membuat saya salah tingkah dan bahagia. Masuk kantor kepala sekolah menemui tamu saya dipanggil pak Dani ke kantor guru ternyata sudah disiapkan kejutan : semua guru di kantor dan bersama sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun, menyiapkan kue tart. Keluar dari kantor guru semua pengurus OSIS Zendo dan teman teman sudah menyiapkan kue dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. sungguh sebuah kejutan yang sempurna dari anak anak :)

Di group wa kepala sekolah sma project yang anggotanya ks di seluruh daerah ngerjain dengan membuat isu parah :) hiks . Di group wa Muda Ganesha 86 penuh ucapan ultah dari teman teman seangkatan :)

Time flies. :) 48 usia yang tak lagi muda :) berharap sudah banyak yang dapat saya lakukan untuk keluarga, dan pendidikan. namun masih banyak yang belum tercapai. banyak yang masih ingin saya lakukan dan berikan.

Tuesday, October 14, 2014

Fokus pada Presentasi



Sering presentasi?        Atau  rencana akan presentasi atau sering mendengarkan presentasi? Atau bahkan saat ini sedang mendengarkan presentasi seperti saya saat ini? Kok tanya terus mau bahas apa ini? 

Hehe begini... sering sekali presenter atau penyaji atau pembicara kehilangan inti materi yang akan disampaikan. Pembicara menyampaikan sesuatu kemudian memberi tambahan informasi lain,  kemudian membahas tambahan lain untuk tambahan informasi tadi dan menambahkan informasi lainnya lagi yang masih ada hubungannya dengan informasi terakhir. Nah akhirnya he loses the core dia kehilangan inti materi karena tanpa disadari berjalan terlalu jauh. 

Jadi ingat ketika mengajar deskripsi ada seorang siswa yang senyum senyum sendiri setelah membacakan tulisannya di depan kelas. Dia mendeskripsikan rumahnya . Judulnya My house. Kemudian dia mencerikan rumah, kamar, ruangan, halaman dll. Nah ketika menceritakan tentang halaman yang merupakan bagian dari rumahnya itu,  dia asyik sekali menceritakan tentang pohon rambutan di halaman rumahnya. Dia menceritakan kapan menanam pohon itu, bagaimana merawatnya, kapan berbuahnya, bagaimana menjual panen rambutannya,  dimana menjualnya berapa untungnya,  bagaimana dibanding buah lain di pasar... nahh dia belok ke membahas pasar. Tadi judunya deskripsi My house. 

Kembali ke penyaji atau pembicara atau  guru di kelas, seberapa sering kita berbelok sangat jauh saat menyampaikan materi? Apa inti materi yang akan kita sampaikan? Bagaimana selalu stay on tune saat menyajikan materi? (Hehe ini sambil mendengar presentasi saya nulisnya). Apakah harus berbicara persis dan selalu sama dengan slide saat menyampaikan materi dan tdk boleh diberi bumbu apapun seperti joke atau tambahan informasi yang mendukung? 

Let's discuss then. First : bukalah presentasi dengan sesuatu yang menarik perhatian seperti Joke, quotes, proverb, gambar, dll. Audience akan tertarik dan tanpa diminta langsung memperhatikan presentasi kita. Ada joke katanya orang kita kalau presentasi diawali permintaan maaf : saya mohon maaf karena seharusnya yang berbicara di sini bapak kepala tapi karena beliau ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan maka saya menggantikan beliau. Jadi nanti kalau saya tidak begitu siap saya mohon maaf . Yang lain mungkin : saya baru mendapat tugas presentasi ini kemarin, padahal saya sibuk sekali, jadi mohon maaf kalau nanti tidak begitu maksimal. Nah lo. . . 

Yang ke dua buat mind map atau garis besar untuk inti materi. Berpeganglah pada garis besar ini setiap saat. Kalau ada godaan untuk bercerita hal hal lain lihatlah kembali ke garis besar. Terlalu banyak informasi lain yang sudah tdk ada hubungannya dengan materi akan membuat presentasi kehilangan intinya . Bagi peserta yang pembelajar sejati mungkin akan bosan, karena tidak mendapatkan apapun. Bagi peserta lain mungkin menyenangkan tetapi tetap tidak mendapatkan inti materi. 

Bagaimana dengan tambahan informasi atau selingan atau joke supaya presentasi tidak membosankan. Indeed it is very important. Sangat penting , but don't dominate the presentation with joke or unimporatnt information and we lose the core. Berikan joke cerdas yang mencengangkan dan menggelitik. Silakan mencoba. 

Wahh sudah diperingatkan pembicara tidak boleh main hp. Sudah dulu besok lagi padahal idenya belum selesai , saya juga masih belajar bagaimana menjadi penyaji materi yang baik :)

Tuesday, April 8, 2014

MIRACLE

Many times you found a miracle
something that seemed impossible, yet it happenned
and you just wonder why
then u  realized , God always gives you more than you ever expected


Sometimes you wait a miracle
something that seems impossible, but you want it to happen
but God  makes the decision
only God you can depend on


Sometimes you wait a miracle
something that seems impossible, but you want it to happen
and God is the Almighty, so just pray  and no need to worry :)


8 April 2014

Wednesday, February 26, 2014

MENULIS







READ and you will know the world, WRITE and the world will know you :)

saya sepert teman teman mungkin sudah banyak membaca. ( ini lebih bagus daripada yang tidak pernah membaca atau jarang membaca) , ada yang bilang saya banyak sekali membaca. Great , what book do you read? I read FACEBOOK everday :)

Pertanyaannya sudah banyak menuliskah kita? Berapa banyak tulisan kita yang sudah dibaca banyak orang? ( yang suka ngeyel jawabnya : sudah, saya nulis status di facebook dan dibaca banyak orang hehe, yang like juga banyak tuh )

Pertanyaan ini  juga menganggu pikiran saya. I read every day, saya baca banyak sekali setiap hari, tapi berapa banyak tulisan yang saya hasilkan dan dibaca banyak orang dan memberikan sesuatu kepada mereka? none :(
Saya sering ke toko buku, dan melihat banyak sekali buku. Pertanyaannya sama dari sekian ribu buku kok tidak ada buku saya ya?  :( hiks hiks
Saya banyak baca novel dan setelah selesai : wahh ini mirip cerita yang saya angankan :(

Tapi saya mungkin seperti teman teman lain ya hanya sebatas berpikir, tapi tidak menulis juga :) parah ya?
Sementara saya sering melihat teman lain bisa sangat produktif, menulis banyak sekali buku, artikel, penelitian :) dan dirujuk, dibaca oleh banyak sekali pembaca, keren ya? dan saya masih pada tahapan kagum dan ingin .
Ada teman yang duduk di depan komputer selama dua jam saja menghasilkan satu tulisan. Saya kok lebih banyak baca dan browsing atau buka buka blog orang lain ya. :(

Menurut Amat Tohari seseorang bisa banyak menulis tuh kalau idenya , gagasannya dan angannya sudah penuh sesak dan harus dilahirkan. Sudah kebelet menulis. wow ...

Yang sering terjadi rasanya ide sudah penuh tapi meluangkan waktu menuliskannya menjadi tulisan yang sulit. Selalu ada alasan untuk tidak jadi menuliskannya, dan semakin kita pandai membuat dan mencari alasan, jawabannya hanya satu akhirnya : tidak jadi menulis :) :)

Saya senang menulis, pertama kali menulis di SD pada pelajaran bahasa Indonesia :),  kemudain SD ikut lomba mengarang tingkat kecamatan. Parahnya tidak menang, hanya juara harapan I. Saya menulis cita cita, yang juara satu menulis sampah plastik, wah ilmiah banget ya yang juara.
Kemudian tulisan pertama dimuat di majalah Hello adalah sebuah puisi cinta untuk kekasih judulnya Never :) honornya RP 12,500. haha unik. dan setelah puisi itu dimuat sata mendapat banyak surat lewat pos waktu itu tahun 1987 belum ada email :)

kKsukaan menulis berikutnya nulis di majalah kabupaten KIPRAH tiap bulan tulisan saya dimuat, majalah daerah kab Purworejo ini lumayan banyak pembacanya karean waktu itu hampir semua PNS membeli, di Purworejo ada sekitar 11 000 PNS kalau semua membeli dan dibawa pulang berarti yang membaca banyak juga tuh. mungkin 11 ribu ditambah istri atau suami dan anak anak di rumah wah bisa dibaca puluhan ribu pembaca ya :) ini versi GR

Kemudian lomba menulis agak agak ilmiah ( hehe belum tahu waktu itu yang ilmiah yang seperti apa ) dimulai tahun 2003 ikut simposium nasional, dan tahun 2005 mencoba menulis model pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif meraih juara I nasional. Tahun 2006 menjadi kepala sekolah mencoba ikut lomba menulis pengelolaan sekolah meraih juara 2 nasional. dan 2008 ikut lomba menulis model pembelajaran juara 3 nasional. Senengnya sih dapat hadiah uang ( hehe lumayan banyak untuk guru ) yang kedua ketemu dengan orang orang hebat se Indonesia  yang ke tiga dapat materi banyak sekali dari nara sumber.

Kegiatan nulis yang lain, kemarin ikut dilibatkan menulis buku untuk pengembangan kompetensi kepala sekolah di jakarta.

Nah selain itu belum sama sekali. :( :( nol besar,
Senang sekali melihat teman  teman guru bisa nulis cerpen, puisi, bahkan novel atau buku pelajaran. INGIN..Bahkan seorang guru sudah menulis lebih dari 10 buku pelajaran. ada lagi yang sudah menulis 3 novel. ada yang sudah membuat buku kumpulan puisi.
Tapi ingin saja tidak cukup :) :)

Benar benar berharap bisa menulis sesuatu, paling tidak menulis di blog, nulis ptk , atau cerita ..

 (hehe kalau tidak ya  nulis status di facebook lah :(   )
Thanks for reading 

Purworejo 27 Feb 2014



Thursday, December 12, 2013

Malam

senyap telah lelap
sembunyi dibalik mimpi mimpi
tapi dengarlah huruf huruf ramai berisik di halaman demi halaman
berebut masuk di ingatan
menunda tidurmu, mengambil waktumu

tengah malam telah menuju pagi
menjelang esok berganti hari
tapi konsep dan peta pikiran masih berlompatan
berebut membentuk pemahaman
menunda tidurmu, mengambil waktumu

kelak, aku kan melihat senyum simpulmu , syukurmu
tentang saat ini yang nanti akan kau sebut dahulu :)

@with Syifa

Sunday, October 20, 2013

bicara sajalah


bicara sajalah kalian,
 biar kami dengarkan
atau diam saja biar kami terjemahkan
sudah biasa kami harus mengerti
dan kami mengerti

bicara sajalah kalian,
dengan sudut pandang yang selalu berlawanan
selalu beda dan tak pernah sepadan
sudah biasa kami harus mempertimbangkan
dan kami pertimbangkan

bicara sajalah kalian,
dengan alasan dan segala latar belakang
dengan kemuliaan yang barangkali berlebihan
sudah biasa kami harus bijaksana
dan kami bisa bijaksana

bicara sajalah kalian
dengan segala kebenaran yang dipaksakan
bukankah ini bagi kami pembelajaran?
dan kami bisa belajar


@terlalu banyak mendengarkan, terlalu banyak masukan ? jangan ragu membuat keputusan, it is yours, your own responsibility :) :)

Thursday, October 17, 2013

HOW TO LEARN ENGLISH





      Most of students wonder how to learn English effectively. They want to be able to speak English well, to write well, to read and to listen English but they think it hard for them to gain. How to learn English  effectively? There are many ways offered for every learner and you may choose the one best for you. Here are some ways I myself have practiced them and have proven that they did work for me.
Silent rehearsal
       It means you practice English in silence. You don’t speak but you think in English. Let see, if you see something along your way to school, you see a car. So far you think in bahasa Indonesia. You think it in your heart and mind : itu mobil. When you see your friend, you will automatically think : dia temanku. From now on, use silent rehearsal, that is car, he is my friend , and so many more things you can see everywhere and think I English.
        You may doubt, does it work? . it is better for you to start practicing and you will see how it wonders.
Write in English
      Have you tried to write in English? Or do you feel afraid even before you start to write? You think too much about the grammar and you stop writing? The best thing to do is to start writing and feel no worry about grammatical mistakes. Every body makes mistakes in writing English. The first thing to ponder is let your idea flow until you finish your writing. Then read again, and make revision in some parts that still need revision. You may also change the word you use if you can find the better one. Writing often will sharpen your skill in expressing ideas into a piece of writing. It will also add your vocabularies.
Speak up
 So many students are afraid to speak English in front of the class.  They are worried to make mistakes. For practicing, we have to be brave. Try to express what we think, what we feel, what we imagine. If we never speak up, we will never know how to speak.
well , those three ways will help you a lot. just try, do and prove it..:)
happy learning
Regards, nikmah nurbaity