life is a choice, take the best and ready for the risk. Hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik dan siaplah dengan resikonya :)

Monday, October 14, 2013

NGUPING



NGUPING
nikmah nurbaity
Bepergian naik angkutan umum bagi saya mempunyai keasyikan tersendiri. Sewaktu menyelesaikan kuliah di pasca sarjana, saya harus naik bis umum dari kota saya Purworejo ke Jogjakarta, kurang lebih dua jam, berarti pulang pergi 4 jam dan saya lakukan 3 kali seminggu. Sekarang melanjutkan ke studi doctoral, saya juga memilih naik bis dari Purworejo ke Salatiga yang juga butuh waktu dua jam dari rumah. Mengisi seminar yang agak jauh dari rumah dan tempatnya mudah dijangkau dengan kendaraan umum, saya juga memilih naik bis atau kereta api. Mengapa? Karena selain lebih praktis dan ekonomis, ternyata mengasyikkan sekali. Ada keuntungan yang tak tergantikan dan menggelikan yaitu nguping obrolan penumpang.
Sebenarnya hobi nguping ini bermula tanpa sengaja. Artinya awalnya saya tidak sengaja dan berniat saya mau naik bis umum karena mau nguping obrolan penumpang, tidak sama sekali. Berkali kali naik bis kemudian menjadikan nguping ini menjadi bagian dari perjalanan yang saya nikmati hehe. Sambil menutup mata berusaha tidur walaupun sering tidak bisa benar benar tertidur karena  bis sering berhenti atau berguncang guncang karena jalan yang tidak rata, antara sadar dan tidak sadar karena mengantuk, telinga saya lama kelamaan terbiasa mendengar obrolan penumpang yang kadang bahkan sering membuat saya harus menahan tawa atau tersenyum simpul. Kebiasaan ini tanpa sengaja menjadi kebiasaan, begitu naik bis , ambil posisi, menutup mata dan nguping.
Suatu hari bis amat penuh, penumpang berdesak desakan, saya naik dari terminal sehingga sudah mendapat tempat duduk. Di antara penumpang yang berdesak desakan tadi ada cewek yang manis. Dia kelihatan berbeda dari penumpang yang lain, mungkin mahasiswa perguruan tinggi. Diantara mereka ada juga cowok yang juga agak manis (saya tahu mereka manis karena walaupun mata tertutup, saya kadang melirik juga sebentar) yang berdiri dekat cewek yang manis tadi. Mungkin karena tidak tahan atau karena tertarik , si cowok bertanya nama dan mengajak berkenalan. Si cewek agak malas tapi tetap santun juga menjawab pertanyaan si cowok. Lalu si cowok bertanya “mbak boleh minta no hapenya?” si cewek menjawab jual mahal ”Nggak ah, nggak punya” katanya. Si cowok menambahkan “ tapi kalau hp punya kan?”. Hahaha saya tertawa, aduh mas.. mas, rayuanmu kok lucu.
Disuatu perjalan lainya ada sepasang wanita dan lelaki muda yang nampaknya keren, dari baju yang dipakai dan cara bicaranya kelihatan mereka dari keluarga kaya. Terdengar percakapan si lelaki ketika menerima telpon ”aduh Ma, tempatnya di desa sekali. Mana jauh dari kota. Kami harus tinggal di rumah penduduk untuk sementara. Tau nggak Ma di kasurnya itu banyak binatangnya. Badanku bentol bentol semua. Aduh Ma tak terbayangkan deh. Kata tetangga binatang itu namanya dalam bahasa Jawa “tinggi” kaya kutu tapi bulat, coklat dan hitam. Wah seumur umur kita nggak pernah lihat binatang itu Ma.  Besok tak bawakan ya Ma kalau aku pulang”. Hahaha.. perut saya sampai sakit menahan tawa mendengar obrolan lelaki tadi dengan mamanya lewat telpon yang terdengar sangat jelas di telinga. Saya tidak sengaja mendengarkan lho.
Masih naik bis umum disuatu waktu ke kampus, saya melakukan kegiatan rutin di perjalanan, ambil tempat duduk di pinggir dekat jendela, menutup mata dan ..nguping. di bis pengamen bergantian datang dan pergi menyanyikan lagu lagu yang kadang merdu kadang mengerikan, maksud saya sebaiknya pengamen itu tidak usah menyanyi saja. Nah hari itu ketika saya dalam posisi paling nyaman itu, saya dengar seorang pengamen bilang ”Bu, bu tidur kok di dalam bis, apa nggak punya rumah!” Ha? Saya ingin sekali membuka mata dan menjawab kata katanya untuk kalrifikasi bahwa saya menghemat tenaga selama dua jam dengan tidur atau minimal pura pura tidur di bis supaya tidak banyak basi basi dengan penumpang di sebelah dan sampai kampus sudah fresh lagi untuk kuliah. Tapi saya memilih diam , menahan senyum dan nguping. Terdengar pengamen tadi masih marah marah, “Kalau ada orang ngamen kok pura pura tidur ibu yang satu ini”
Obrolan di bis sesama penumpang juga bervariasi, dari politik, karier, rumah tangga sampai masalah cinta. Kadang hujatan politik juga menjadi pembicaraan yang menggelikan karena disampaikan oleh penumpang yang gayanya seperti diskusi panel di TV. Pernah obrolan tentang Miyabi membuat saya harus melirik siapa yang berbicara. Ternyata bapak bapak setengah baya, wah parah. Paling ramai ketika penumpang menjadi analis kebijakan publik, dari harga cabai yang melangit sampai biaya pendidikan yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin. Obrolan itu bisa merupakan protret nyata dari grass root. Fakta dan informasi yang tidak pernah ditutupi atau direkayasa demi kepentingan apapun. Nampaknya para pejabat harus meluangkan waktu, menyamar sebagai rakyat biasa dan naik bis untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang sesungguhnya.
Rahasia keluarga merupakan obrolan  secara bisik bisik penunpang ibu ibu. Tentang suami yang tidurnya mendengkur sampai anak yang nakal.  Saya senyum senyum sambil kadang berpikir wah ibu ibu ini kaya host infotainment saja. Ada juga yang ngobrol lewat telepon di bis kelewat keras, saya tidak tahu sengaja untuk pamer atau tidak terbiasa bertelepon. Jadinya informasi jadi sangat jelas bagi kuping saya.
Nah ada juga yang nampaknya mau merahasiakan percapakannya, seorang   wanita muda yang nampaknya educated menggunakan bahasa Inggris. “Well honey, please don’t be angry. I can’t meet u today but I promise we will meet next week. wah..bu kalau pakai bahasa Inggris sudah banyak yang bisa walaupun di kota kecil, pakai bahasa Jepang atau Mandarin saja Bu pasti aman, batin saya tertawa. . .

4 comments:

  1. nguping mungkin kebiasaanku juga bu di angkutan umum,sebagai public vicle lover "nguping"secara sengaja atau tak sengaja memang menjadi suatu kebiasaan yg tak dapat di hindarkan.. he he :D

    ReplyDelete
  2. heheeh ya itu bonus bagi commuters :)

    ReplyDelete
  3. Saya mengalaminya ketika kuliah laju pakai kereta prameks Bu, tp lebih sering sy manfaatkan utk menyimpan energi, tidurrrr karena malamnya krg tdr buat tgs dsb.

    ReplyDelete
  4. bu asih ya ya ya :) menghemat energi pilihannya tdr di angkutan . sambil kadang denger sayup sayup :)

    ReplyDelete